Sunday, May 2, 2010

Bertekun dalam Perlombaan

Ayat bacaan: Ibrani 12:1
======================
"Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

bertekunAda banyak orang yang berharap mereka mampu meraih sesuatu, terus maju sambil bermalas-malasan. Ada banyak orang yang tidak mau keluar dari zona nyamannya tapi dalam waktu bersamaan berharap ada perubahan dalam hidupnya. Sepeti seorang atlit, kita tidak mungkin mendapatkan keduanya secara bersamaan. Seorang atlit yang hebat, walau ia terlahir dengan talenta luar biasa sekalipun, tetap saja mereka harus melalui serangkaian latihan yang membutuhkan usaha keras. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam tiap hari, menjaga pola makan, terus berlatih dan berlatih lagi dari tahun ke tahun. Bahkan ketika mereka sudah mencapai masa keemasan pun mereka tidak boleh terlena dan berhenti berlatih. Mereka harus siap meninggalkan kenyamanan hidup, mengucapkan selamat tinggal kepada kemalasan dan terus bertekun untuk menggapai impian mereka. Tanpa itu semua, bakat dan kelebihan sebesar apapun yang mereka miliki tidak akan pernah bisa maksimal. Ini merupakan analogi yang tepat dalam perjuangan kita dalam menghadapi perlombaan iman.

Setelah kita kemarin melihat satu kesamaan antara seorang atlit dengan kita yang tengah menghadapi perlombaan iman seperti yang digambarkan dalam Alkitab, hari ini kita melihat sebuah lagi perbandingan menarik mengenai kedua hal ini. Mari kita lihat sekali lagi ayat pertama dalam pasal Ibrani 12. "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." (Ibrani 12:1). Kemarin kita membahas pentingnya menanggalkan beban dan dosa agar kita bisa berlari dengan ringan tanpa hambatan, sekarang kita lihat bagian kalimat selanjutnya, yaitu "berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita".


Selain harus menanggalkan beban-beban yang bisa merintangi langkah kita, kita harus terus meningkatkan ketekunan kita. Untuk bisa terus maju, bertumbuh dan berbuah, adalah penting untuk terus memelihara semangat dan ketekunan secara luar biasa. Tanpa semangat kita tidak akan bisa kuat berjuang, tanpa ketekunan kita tidak akan pernah maju,. Ini sebuah langkah berikutnya yang harus kita lakukan setelah kita melepas beban dan dosa yang merintangi kita, agar kita mampu memenangi perlombaan iman yang sudah digariskan kepada setiap kita.

Dalam sebuah proses sangatlah diperlukan usaha dan ketekunan. Seorang atlit membutuhkan itu untuk berhasil, kita pun demikian untuk mampu mencapai garis akhir dengan penuh kemenangan. Akan selalu ada banyak rintangan yang menghadang, namun tetaplah bertekun dan jangan mundur sedikitpun. Paulus tahu bahwa kesengsaraan dalam hidup bisa membuat kita lemah dan kehilangan semangat. Berbagai kesulitan hidup bisa membuat kita capai dan kehilangan ketekunan. Oleh sebab itu ia mengingatkan bahwa "kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan." (Roma 5:3-4). Dan sebuah pengharapan tidak akan pernah mengecewakan. (ay 5).

Penulis Ibrani tahu tanpa ketekunan kita tidak akan sanggup meraih apa-apa, termasuk segala yang dijanjikan Tuhan kepada kita. "Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu." (Ibrani 10:36). Ada upah besar menanti kita di depan, dan jangan sampai kita gagal meraihnya. Untuk itulah sebuah ketekunan yang disertai dengan determinasi tinggi akan selalu kita butuhkan. Kita harus terus menjaga ketekunan kita senantiasa, hingga kita bisa memperoleh buah-buah yang mampu membuat kita menjadi semakin sempurna. Ini disinggung oleh Yakobus:"Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun." (Yakobus 1:4).

Pesan penting kepada jemaat Kolose mengenai hal bertekun pun disampaikan oleh Paulus. "Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya." (Kolose 1:23). Ini merupakan pesan yang juga penting bagi kita, karena perlombaan yang kita hadapi sesungguhnya tidaklah gampang. Kita tidak akan bisa memenangi perlombaan iman tanpa sesuatu bernama ketekunan.Justru di hari-hari yang sulit seperti sekarang ini, dimana setiap sendi kehidupan seolah memiliki lubang penghisap yang siap menarik kita untuk masuk ke dalamnya dan kemudian membinasakan kita, kita harus terus memastikan diri kita agar tetap memiliki ketekunan untuk berlomba di jalur yang tepat. Justru di jaman sekarang inilah ketekunan sangat kita perlukan. Jika untuk urusan di dunia saja kita membutuhkan ketekunan, apalagi dalam urusan memperoleh hak sebagai warga negara Kerajaan Allah yang kekal. Itulah sebabnya kita harus memastikan dan menjaga ketekunan kita agar kita mampu memenangkan perlombaan iman. Jangan berhenti, jangan menyerah, jangan lelah, teruslah bertekun dan mari menangkan perlombaan.

Untuk maju dibutuhkan semangat dan ketekunan yang luar biasa disertai fokus yang kuat untuk mencapai tujuan

Saturday, May 1, 2010

Tanggalkan Beban dan Dosa, dan Berlarilah

Ayat bacaan: Ibrani 12:1
======================
"Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

pelari, tanggalkan beban dan dosaJika anda menggemari acara olah raga, tentu anda pernah menonton perlombaan lari dalam beragam nomor. Pernahkah anda membayangkan seandainya seorang pelari harus berlomba dengan memakai pakaian lengkap seperti jas, kemeja dan sebagainya seperti gambar disamping? Atau yang lebih parah, bagaimana jika kaki atau tubuh si pelari digantungi benda-benda berat? Tentu si pelari akan sangat kesulitan untuk mampu berlomba dengan baik. Tidak akan ada raihan waktu terbaik yang bisa ia capai dalam kondisi seperti itu. Itulah sebabnya seorang pelari akan selalu berusaha memakai pakaian seminim mungkin agar mereka bisa berlari dengan cepat.

Sedikit menyambung renungan kemarin mengenai para pahlawan iman. Bukan saja yang berhasil memperoleh kemenangan gemilang, tapi juga termasuk di dalamnya mereka yang menderita aniaya, siksaan bahkan kematian tanpa mendapat apa yang dijanjikan (Ibrani 11:36-39). Tapi meski demikian, mereka tetap bertekun dan rela mati demi mempertahankan iman mereka, dan itulah gambaran seorang pahlawan iman. Jika kita membaca terus membaca kepada ayat selanjutnya, kita akan segera mendapati sebuah ajakan dari Penulis Ibrani untuk terus berlomba dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita dengan memperhatikan beberapa langkah penting laksana seorang pelari. Alkitab tidak sembarangan menggambarkan perlombaan iman, menuju kemenangan bersama Kristus dalam Kerajaan Allah seperti halnya pelari. "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." (Ibrani 12:1). Betapa tepatnya gambaran ini untuk kita renungkan. Seorang pelari selalu digambarkan sebagai atlit bertenaga yang kuat dan fokus dalam bertanding. Tidak akan pernah digambarkan seperti orang yang santai, orang yang bermalas-malasan dan sebagainya. Dan salah satu yang ingin saya angkat hari ini, seperti halnya apa yang menjadi awal dari renungan hari ini adalah berbagai beban dan dosa yang seringkali menghambat kita untuk bisa terus berlari dengan baik.

Jika seorang pelari perlu menanggalkan segala atribut-atribut dan aksesoris yang bisa memberatkan langkah mereka demi mencapai hasil terbaik, demikian pula kita harus mau menanggalkan segala beban dan dosa agar kita bisa lari. Ada banyak yang keliru mengira bahwa ayat di atas hanya berbicara mengenai dosa saja, tapi jika kita melihat baik-baik sekali lagi, disana disebutkan bahwa faktor penghalang kita dalam memenangkan perlombaan iman bukan beban dosa melainkan "beban DAN dosa". Keduanya tidak digabung jadi satu karena merupakan dua faktor berbeda yang mampu melemahkan dan memberatkan kita.

Apa yang dimaksud dengan beban adalah sesuatu yang mengikat kita hingga membuat kita sulit untuk bertumbuh atau melangkah maju. Sebuah beban bukanlah dosa, meski pada titik tertentu beban itu bisa berubah menjadi dosa. Beban bisa berupa hobi yang mengikat, bisa berupa rasa sakit hati, trauma kegagalan, kemalasan, persoalan dalam keluarga, rumah tangga atau pekerjaan, tekanan, stres, kekecewaan dan lain-lain. Semua ini akan membuat kita sulit untuk melangkah maju. Berjalan saja sulit, apalagi berlari. Dan jika kita biarkan berbagai belenggu beban ini memberatkan kita, lama-lama semuanya bisa membuat kita semakin parah dan lama-lama bisa menjadi dosa. Oleh karena itulah kita perlu melepaskan semua beban yang merintangi kita, yang dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan encumbrance atau unnecessary weight. Kita bisa melepaskannya dengan meletakkan beban itu di kaki Yesus dan Dia akan segera menggantikannya dengan kelegaan. Sebab Firman Tuhan berbunyi: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28).

Yang kedua adalah dosa. Dosa tidak saja merintangi, tapi juga menjerat dan mengikat. Dosa bisa membuat kita terjatuh saat bertanding. Dosa mampu mengikat kita hingga tidak bisa lagi bergerak. Dosa, dalam bentuk apapun, besar atau kecil, tetaplah dosa yang mampu membawa kita bukan hanya ke dalam kegagalan,tapi lebih dari itu bisa mengarahkan kita menuju kebinasaan yang kekal. "Sebab upah dosa ialah maut" (Roma 6:23b). Untuk itulah kita harus dengan segera mengakui dosa-dosa kita di hadapan Allah. Dan jika kita mengakui dosa-dosa kita serta memutuskan untuk bertobat, Allah sendiri yang akan segera mengampuni bahkan menyucikan kita. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9). Betapa indahnya janji Tuhan yang memberikan pengampunan, yang berbunyi seperti ini: "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18). Dia siap melemparkan dosa-dosa kita ke dalam tubir laut (Mikha 7:19), sejauh timur dari barat (Mazmur 103:12). Dia siap untuk menghapus dosa dan melupakan dosa-dosa kita (Yesaya 43:25) bahkan dikatakan pula bahwa kita "oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus." (Roma 3:24). Bukan hanya diampuni tetapi hingga dibenarkan! Apa yang perlu kita lakukan adalah datang kepadaNya dengan hati hancur, membawa dosa-dosa kita kehadapanNya, mengakui semuanya dan melakukan pertobatan penuh, berbalik arah dan Tuhan pun akan segera mengaruniakan pengampunan total.

Siapkah anda untuk menjadi pelari-pelari tangguh yang mampu meraih juara? Jika ya, hari ini juga lepaskanlah segala beban yang merintangi juga dosa-dosa yang mengikat. Semua itu sanggup memperlambat, menghambat hingga menggagalkan kita untuk memenangi perlombaan imandalam Kerajaan Allah. Lepaskan semuanya, dan berlarilah. Raihlah mahkota kehidupan di depan sana yang telah menanti anda. On your marks, get set, go!

Tanggalkan semua beban dan dosa agar kita mampu berlari dengan baik

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho