Friday, February 4, 2011

Lewat Perumpamaan

Ayat bacaan: Matius 13:34
==================
"Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka"

lewat perumpamaanApa yang menjadi kendala terbesar orang untuk tidak menyukai fisika? Penyebab yang terbesar adalah karena kurangnya contoh yang menunjukkan bagaimana aplikasi dari ilmu itu dalam kehidupan nyata sehari-hari. Fisika biasanya hanya berhenti pada penghafalan rumus-rumus dan jarang disertai aplikasi nyatanya. Ambil contoh teori Sangkar Faraday. Secara rumus mungkin kita bisa menghafalnya, teorinya mungkin kita tahu. Tetapi apa contoh aplikasinya di dunia nyata? Banyak. Dari sana kita tahu bahwa kita akan aman berada dalam mobil jika di luar sedang hujan disertai petir. Jika mobil tersambar petir sekalipun kita tidak akan celaka di dalamnya. Demikian pula ketika kita berada dalam pesawat. Dari sangkar Faraday ini kita juga bisa tahu bahwa handphone sering tidak berfungsi karena tidak menerima sinyal saat berada di dalam lift atau ruangan tertutup sejenisnya yang terbuat dari plester berbilah logam dan beton. Dengan demikian jika guru tidak mau muridnya menyontek melalui sms lewat handphone, mereka pun sebenarnya bisa melapisi ruang ujian dengan sangkar Faraday. Maka ujian masuk perguruan tinggi dan sebagainya bisa berlangsung dengan lebih tertib dan jujur. Jika kita mengetahui aplikasi-aplikasi dalam kehidupan nyata seperti ini, bukankah belajar fisika bisa jauh menjadi lebih menarik?

Teori itu penting. Tetapi aplikasi nyatanya dalam kehidupan itu pun tidak kalah pentingnya. Harus ada bentuk-bentuk pengajaran yang mudah dimengerti dengan disertai contoh-contoh, seperti lewat perumpamaan misalnya. Yesus pun tahu itu. Itulah sebabnya Yesus tidak sekedar menyampaikan isi hati Tuhan kepada kita secara "teoritis" saja, tetapi Dia juga menyertakan berbagai perumpamaan yang jauh lebih aplikatif dan mengena, lebih mudah dimengerti ketimbang hanya menyampaikan pesan, teguran dan larangan saja. Lihat betapa banyaknya perumpamaan yang diberikan Yesus ketika hendak menyampaikan suara Tuhan bagi manusia. Dalam Injil Matius kita bisa mendapatkan sebuah ayat yang jelas berbicara mengenai hal ini, mengacu kepada metode pengajaran Kristus kepada orang banyak. "Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka" (Matius 13:34). Yesus bertindak sebagai Guru yang Agung, Guru terbesar, dengan metode pengajaran penuh dengan contoh langsung yang sangat mudah dicerna. Tidaklah heran jika Nikodemus, orang Farisi pemimpin agama saat itu menggambarkan Yesus sebagai Rabi, guru yang diutus Allah. (Yohanes 3:2). Tidak secara teoritis, Yesus mengambil cara mengajar dengan bercerita dalam beragam perumpamaan. Rather than just theoritically speaking, He choose to speak with the style of a story teller. Itu akan sangat memudahkan kita untuk mencerna apa isi hati Tuhan, perintahNya, kehendakNya, teguranNya dan laranganNya. Kita bisa menerapkannya dengan lebih baik karena kita mengerti, dan semua arahan itu akan membawa kita kepada akhir yang baik, tepat seperti yang diinginkan Tuhan bagi kita semua, dan sudah Dia sediakan sejak awal kepada ciptaanNya yang mulia, yang begitu Dia kasihi, anda dan saya, manusia.

Betapa banyaknya perumpamaan-perumpamaan Yesus yang hingga hari ini masih kita ingat dengan jelas. Lewat cerita tentang seorang ibu dan hakim yang lalim dalam Lukas 18:1-8 kita diajarkan untuk terus berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kisah orang Farisi dan pemungut cukai (Lukas 18:9-14) mengajarkan kita untuk tidak merasa diri paling benar dan memandang rendah orang lain, juga mengajarkan bagaimana bentuk pengampunan dari Tuhan atas dosa-dosa dan masa lalu kita yang buruk. Dalam keseluruhan pasal 15 Injil Lukas kita bisa menemukan seperti apa besarnya kerinduan dan kasih Tuhan kepada orang-orang terhilang. Perumpamaan tentang domba yang hilang, dirham yang hilang dan anak yang hilang, ketiganya dengan jelas merefleksikan sikap hati Tuhan kepada orang-orang yang hilang untuk kembali kepada jalanNya. Pengampunan tak terbatas diberikan sebagai anugerah atas dasar kasihNya yang begitu besar kepada kita. Dan ketiga perumpamaan di atas jelas sangat membantu kita untuk memahami sikap hati Bapa terhadap anak-anakNya. Ada banyak lagi tentunya perumpamaan-perumpamaan yang semuanya sangat bermanfaat dan membantu kita, seperti perumpamaan orang Samaria yang murah hati (Lukas 10:25-37), perumpamaan orang kaya yang bodoh (12:13-21), perumpamaan tentang hamba yang menantikan tuannya pulang (12:35-48), gadis-gadis yang bijaksana dan yang bodoh (Matius 25:1-13), perumpamaan tentang talenta (Matius 25:14-30) dan sebagainya. Isi hati Tuhan semuanya tergambar jelas lewat perumpamaan-perumpamaan ini dengan cara yang begitu mudah untuk kita mengerti.

Tidak hanya berhenti pada perumpamaan, tetapi Yesus pun memberikan keteladanan secara langsung atas semua yang Dia sampaikan lewat perumpamaan-perumpamaan itu dengan sikap dan tindakanNya secara langsung. Seperti itu pula seharusnya kita dalam memenuhi panggilan sebagai saksi-saksi Kristus, baik di lingkungan tempat tinggal kita, kota, bangsa, bahkan seluruh dunia. (Kisah Para Rasul 1:8). Our life is also like a big-opened story book. Orang akan bisa melihat langsung bagaimana bedanya berjalan bersama Tuhan lewat cara kita hidup, sikap, tingkah laku dan perbuatan. Yesus memberikan begitu banyak perumpamaan, tetapi Dia juga memberi keteladanan. He is even the greatest story ever told. Seluruh isi hati Tuhan sudah disampaikan Yesus dengan sangat baik melalui cerita-cerita aplikatif dan mengena, dan semua itu akan sangat membantu kita untuk menerapkannya dalam kehidupan kita. Hidup kita pun dengan demikian akan menjadi sebuah "perumpamaan" sendiri yang akan mampu memberkati orang-orang di sekitar kita. Tidak saja teoritis, tetapi secara praktek pun harus kita tunjukkan. Lewat begitu banyak perumpamaan Yesus mengajarkan kita mengenai Tuhan dan isi hatiNya, dan bentuk-bentuk kehidupan yang Dia sediakan bagi kita, yang Dia rindukan untuk kita jalani, the kind of life that He wants us to lead.

Aplikasi nyata Firman Tuhan sangat berguna bukan saja untuk kehidupan kekal tetapi juga membawa kita menuai janji-janji Tuhan di dunia ini

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Thursday, February 3, 2011

Rasa Takut (2) : Jawaban dan Janji Tuhan

 Ayat bacaan: Ibrani 13:5b-6
======================
"..Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

Ada begitu banyak sumber datangnya rasa takut. Beberapa contoh antara lain takut akibat ketidaktahuan, takut menghadapi masa depan, takut akan penyakit yang sedang diderita, takut akibat munculnya konflik secara jiwa atau juga rohani, takut akibat mengalami krisis secara finansial, khawatir akan karir atau reputasi, atau takut-takut lainnya seperti takut akan ketinggian, kegelapan, terhadap serangga, terhadap genangan air dan lain-lain. Secara medis beberapa jenis diantaranya dianggap sebagai sebuah phobia yang tidak sehat. Namun apapun itu, kita semua tentu pernah mengalami rasa takut. Dan rasa takut itu bukanlah sesuatu yang abstrak melainkan kita rasakan secara nyata. Sejak bayi orang sudah bisa merasakan rasa takut, dan itu akan terus ada hingga akhir hidup manusia. Meski demikian, rasa takut bukannya tidak bisa dikalahkan. Dalam batas-batas wajar rasa takut bisa berfungsi positif untuk membuat kita lebih berhati-hati dan serius dalam melakukan atau menjaga sesuatu, tetapi dalam porsi berlebihan rasa takut bisa merampas sukacita dari dalam diri kita, mendatangkan penyakit bahkan bisa menghancurkan hidup kita.

Yesus sudah sejak dahulu kala mengingatkan "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" (Matius 6:27). Atau Ayub berkata: "Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku." (Ayub 3:25). Artinya ketakutan yang terus kita pelihara itu sebenarnya tidaklah menguntungkan, malah sebaliknya bisa semakin merugikan atau menyulitkan kita. Iman merupakan jawaban atas rasa takut itu. Dengan iman kita bisa menggantungkan kepercayaan kita sepenuhnya kepada Tuhan. Tuhan sudah berjanji akan selalu menyertai kita, seperti janji yang diberikan Tuhan dan diamini sepenuhnya oleh Penulis Ibrani. ""..Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" (Ibrani 13:5b-6). Janji seperti ini seharusnya bisa menjadi peneguhan bagi kita agar kiranya kita tidak perlu khawatir. Tuhan begitu peduli dengan segala kesulitan yang kita alami yang bisa menimbulkan rasa takut kita. Maka tidak saja Tuhan berulangkali memberikan janji akan penyertaanNya, tetapi Tuhan juga berbicara secara spesifik pada banyak penyebab rasa takut. Mari kita lihat beberapa diantaranya:

- Masalah finansial
Tuhan menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan."Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." (Filipi 4:19). Tuhan bahkan mengatakan siap untuk menambahkan semuanya. "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33). Atau lihat apa kata Yesus berikut: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." (Matius 7:7). Semua ini menunjukkan kerinduan Tuhan untuk memberkati kita secara berkelimpahan,  dan ada banyak lagi ayat yang berbicara tentang hal ini.


- Dalam menghadapi musuh atau orang yang berniat jahat
Tuhan telah berjanji akan melindungi dan menjaga kita dalam setiap langkah. "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau." (Ulangan 31:6)

- Terhadap trauma masa lalu
Tuhan memberikan kesempatan untuk menjadikan segala sesuatunya baru bagi kita. Kita bisa mengalami transformasi dan terlepas dari belenggu yang mengikat kita dari masa lalu. "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17).


- Terhadap ketidakpastian masa depan
Firman Tuhan mengatakan: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11). Rancangan Tuhan berbunyi seperti itu, dan itu berlaku bagi kita semua. Tuhan tidak ingin satupun dari kita celaka atau terombang ambing tanpa kepastian. Ketika Dia menciptakan kita, Dia sudah menyediakan segala sesuatu yang baik dan penuh harapan kepada kita semua. Untuk itulah sangat penting bagi kita untuk mengetahui apa yang Dia sediakan dan rencanakan, lalu melakukan dengan sebaik-baiknya. Maka janji Tuhan ini pun akan bisa kita peroleh. Dalam Ulangan 28:13 Tuhan mengatakan bahwa kita menginginkan kita sebagai kepala dan bukan ekor, tetap naik dan bukan turun. Dan itu akan bisa digenapi apabila kita mendengarkan dan melakukan perintahNya dengan setia.

- Terhadap sakit penyakit
Tuhan Yesus telah menebus segalanya di atas kayu salib, dan dengan anugerah Tuhan yang besar bukan saja keselamatan yang diberikan kepada kita, tetapi kesembuhan pun hadir lewat bilur-bilur Yesus. "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." (Yesaya 53:5). Di dalam Roma kita bisa membaca ayat berikut: "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut." (Roma 8:1-2). Yesus telah mengalahkan kuasa maut dan menjanjikan kita kehidupan yang kekal.


- Dalam masa-masa sulit
Firman Tuhan berkata "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." (Mazmur 46:2). Berpegang kepada Allah akan membuat kita mampu keluar sebagai pemenang tidak peduli situasinya serumit apapun, bahkan yang secara akal sehat tidak punya jalan keluar sekalipun. Allah yang kita sembah adalah Allah yang berkuasa lebih dari segalanya, oleh karena itu kita bisa melepaskan kekhawatiran kita apabila Dia bersama kita.


- Dalam jerat kegelapan
Meski kita tengah berada dalam situasi yang sangat buruk, seperti berjalan dalam lembah kekelaman (the valley of the shadow of death) sekalipun Tuhan sudah dengan jelas menyatakan bahwa Dia ada bersama umatNya disana lengkap dengan perlindunganNya. "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." (Mazmur 23:4).

Disamping ini semua, Tuhan juga siap memberi damai sejahtera dan melenyapkan rasa takut kita. Dalam Imamat Firman Tuhan berkata "Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu." (Imamat 26:6). Tuhan memberikan keberanian laksana singa muda (Amsal 28:1) dan memberikan kekuatan baru laksana rajawali dengan kekuatan sayapnya. (Yesaya 40:31).

Ketakutan bukanlah berasal dari Allah. Dengan tegas Paulus berkata "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7). Oleh karena itu jangan biarkan roh ketakutan yang bukan berasal dari Allah mengambil alih kuasa dalam diri kita dan merampas sukacita. Semua janji Tuhan di atas berakar pada iman dan ketaatan kita. Tuhan sudah menjanjikan segalanya agar kita tidak lagi perlu dicekam ketakutan atau kekhawatiran, kini tergantung dari kita apakah kita mau mendapat penggenapan janji-janji Tuhan itu atau tidak. Siapkah anda berjalan dengan berani dengan sebuah keyakinan baru hari ini? Mulailah untuk mengambil langkah menuju Tuhan, meski kecil sekalipun, dan alamilah bagaimana Tuhan sanggup mengatasi segala masalah yang mengganggu diri anda.

Jika anda membiarkan rasa takut bercokol dalam diri anda maka masa depan yang penuh harapan akan berlalu dari diri anda

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho