Sunday, January 16, 2011

Tertawalah Sebelum Dilarang

Ayat bacaan: Mazmur 16:8-9a
======================
"Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak.."

tertawa"Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang." Ini sebuah jargon yang sangat terkenal dari grup pelawak legendaris Warkop Prambors yang belakangan dikenal sebagai Warkop DKI. Kalimat itu menjadi sangat populer hingga hari ini. Berbagai penelitian menunjukkan begitu banyak manfaat yang bisa kita peroleh dengan tertawa. Secara medis pun hal ini bisa dibuktikan. Bahkan para dokter pun menyatakan bahwa hati yang lapang dan gembira sanggup mendatangkan kesembuhan. Dan ini sudah tertulis dalam Alkitab  lewat ayat yang sudah tidak asing lagi bagi kita: "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." (Amsal 17:22). Tertawa itu sehat. Sebaliknya ada begitu banyak penyakit yang mengintai jika kita hidup murung tanpa rasa gembira. Kehidupan di muka bumi ini semakin lama semakin sulit. Maka sebuah penelitian pun menyatakan bahwa semakin lama semakin sedikit pula orang yang bisa tertawa. Di satu sisi hal ini menunjukkan kehidupan yang semakin berat, tetapi di sisi lain hal ini pun bisa membuktikan bahwa iman pun semakin surut di muka bumi ini.

Anda mungkin bisa berkata, bagaimana mungkin kita bisa tertawa ketika hidup sedang sulit, ketika masalah sedang getol-getolnya melingkupi kita? Kita hanya bisa tertawa ketika kita sedang gembira tanpa masalah bukan? Itu pandangan umum yang mungkin kita percaya pula selama ini. Tetapi firman-firman Tuhan dalam Alkitab jelas tidak menyatakan bahwa kegembiraan yang bisa membawa tawa bukanlah tergantung dari situasi atau kondisi yang sedang kita alami, melainkan bergantung kepada seberapa jauh kita meletakkan hidup kita ke dalam tangan Tuhan, seberapa jauh kita mengandalkanNya dalam hidup kita.

Daud adalah seorang raja. Tapi itu tidak serta merta membuat hidupnya aman seratus persen. Berkali-kali Daud mengalami masa-masa sulit bahkan tidak jarang hidupnya terancam. Tetapi lihatlah apa kata-kata yang keluar dari mulutnya. "Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak" (Mazmur 16:8-9). Daud tahu bahwa sukacita dan sorak-sorai bukanlah bergantung dari berat-ringannya situasi yang sedang kita hadapi. Ia tahu bahwa dengan memandang kepada Tuhan, menyadari kehadiran Tuhan di sebelahnya dengan setia akan membuatnya mampu untuk terus berdiri tegak meski situasi sedang tidak kondusif sama sekali. Bagi Daud, kehadiran Tuhan bersamanya merupakan kunci utama yang membuatnya mampu terus hidup dengan penuh sukacita dan keriangan. Bersama Tuhan dia tidak perlu takut. Bersama Tuhan ada jawaban, pertolongan bahkan kemenangan. Bersama Tuhan kita akan selalu bisa bersukacita.

Apakah anda termasuk orang yang sulit tertawa hari ini? Sadarilah bahwa beban kehidupan akan selalu datang silih berganti. Tuhan mengerti kesulitan kita, dia mendengar segala teriakan dan tangisan kita dan peduli terhadap itu semua. Lihatlah apa kata Yesus: "Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28). Tuhan selalu siap menyertai kita, dan selalu siap pula memberi kelegaan bahkan melepaskan kita dari belenggu masalah. Mungkin jawaban tidak langsung hadir, tetapi jika kita memiliki iman yang teguh kita akan tahu bahwa menaruh harapan pada Tuhan tidak akan pernah berakhir sia-sia. Menaruh pengharapan penuh di dalam Tuhan akan membuat kita tidak mudah goyah meski angin sedang kencang menerpa, dan dengan demikian kita tidak harus kehilangan sukacita walau sedang berada dalam keadaan yang tidak baik. Kegembiraan akan membuat banyak hal positif hadir dalam kehidupan kita, sebaliknya hati yang selalu susah akan membuat segalanya tampak buruk. "Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta." (Amsal 15:15).

Diperlukan iman untuk membuat kita bisa hidup penuh pengharapan. Dengan kacamata iman kita tahu bahwa tangan Tuhan akan selalu siap mengangkat kita keluar tepat pada waktunya. Hari ini mungkin belum, tetapi iman akan memungkinkan kita untuk percaya sepenuhnya akan itu, sebab firman Tuhan jelas berkata bahwa "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (Ibrani 11:1). Janganlah kita ragu jika pertolongan Tuhan belum hadir sesuai waktu yang kita inginkan, karena firman Tuhan berkata "Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian." (2 Petrus 3:9). Imanlah yang memampukan kita untuk bisa melihat itu sehingga kita tidak perlu khawatir dan bisa terus memiliki sukacita sejati yang berasal dari Allah dalam hidup kita.

Jika hari ini anda masih merasa sulit untuk tertawa, pandanglah janji Tuhan dengan iman. Arahkan pandangan anda kepada Tuhan, dan yakinlah bahwa Dia tidak pernah meninggalkan anda. Dia berdiri tepat di sebelah anda dan siap untuk memelihara anda. Fokus terhadap masalah akan membuat kita sulit untuk tertawa, sementara tidak ada satupun yang berubah menjadi lebih baik dengan terus memupuk kekhawatiran. "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" (Matius 6:27). Kegembiraan sejati berasal dari Tuhan dan tidak pernah tergantung dari kondisi yang kita alami saat ini. Kalau begitu berhentilah bermuram durja. Gantikan dengan sukacita, dan tertawalah, sebelum tertawa itu dilarang.

Miliki hati yang gembira penuh tawa riang bersama Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Saturday, January 15, 2011

Menang Bersama Tuhan

Ayat bacaan: 1 Samuel 17:45
===================
"Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu."

menang bersama TuhanAda sebuah kisah hidup menarik yang baru saja diceritakan oleh seorang musisi yang saat ini sedang menapak naik dengan pesat. Ia bercerita mengenai pengalamannya dahulu. Ia pernah mengalami masa-masa tidak menyenangkan dengan dikeluarkan dari tempat pendidikan, dan ketika berangkat ke luar negeri pun ia tergolong terlambat untuk mulai belajar karena usianya memang tidak lagi terlalu muda dibandingkan rekan-rekannya yang lain, bahkan yang berada di atasnya. Tetapi lihatlah sekarang. Hanya dalam waktu beberapa bulan setelah selesai belajar ia langsung mendapat banyak kesempatan. Membuat karya-karya sendiri, tampil dalam beberapa grup sekaligus, dan semua itu ia pakai kembali untuk memuliakan Tuhan. Ia mengaku bahwa meski ada banyak proses yang menyakitkan, ia tidak mau menyerah karena ia tahu bahwa ia berjalan bersama Tuhan melalui proses demi proses. Dan pada akhirnya kita melihat bagaimana sesuatu yang mungkin dianggap mustahil bagi manusia ternyata bisa terjadi jika kita percayakan kepada Tuhan.

Apa yang dialami teman musisi di atas juga dialami oleh Daud dalam kondisi yang jauh lebih ekstrim. Bayangkan di depannya berdiri seorang raksasa dengan persenjataan lengkap, yang sudah membuat seluruh prajurit Israel hingga para pemimpinnya ketakutan. Mereka sudah menyerah sebelum bertanding, karena mau pakai logika atau ilmu apapun, tidak akan mungkin mereka bisa mengatasi raksasa bernama Goliat itu. Lantas ada seorang anak yang pekerjaan sehari-harinya hanya menggembalakan ternak. Tidak ada yang menghiraukannya. Namanya Daud. Tidak seperti para jagoan perang Israel, ia ternyata memiliki pandangan lain akan hal ini. "Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu." (1 Samuel 17:45). Pedang, tombak dan lembing, itu bisa sangat menyeramkan untuk dihadapi. Tapi Daud tidak memerlukan itu untuk menghadapi raksasa, karena ia tahu ia punya Tuhan yang berkuasa lebih dari segalanya. Dengan lantang Daud berkata bahwa ia datang dengan nama Tuhan. Dan perbuatan ajaib yang melebihi logika pun terjadi. Ia sukses menumbangkan raksasa bersenjata lengkap hanya dengan batu dan umban. Tidak masuk akal, tapi bisa terjadi. Karena ia datang bersama Tuhan.

Di dalam Tuhan ada kemenangan. Alkitab berbicara banyak mengenai hal ini, seperti yang bisa kita lihat dalam ayat berikut: "sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu." (Ulangan 20:4) Dalam Mazmur kembali kita mendapatkan ayat yang mengulang kunci sukses Daud di atas. "Sebab bukan kepada panahku aku percaya, dan pedangkupun tidak memberi aku kemenangan, tetapi Engkaulah yang memberi kami kemenangan terhadap para lawan kami, dan orang-orang yang membenci kami Kauberi malu." (Mazmur 44:7-8). Dan dalam Amsal kita bisa melihat ayat lainnya yang berbicara mengenai kemenangan bersama Tuhan: "Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN." (Amsal 21:31).

Kita terbiasa untuk berpikir bahwa kuda, lembing, tombak dan sebagainya, yang berbicara mengenai segala perlengkapan dunia atau kemampuan kita sendiri adalah satu-satunya yang mampu menjadi senjata untuk menghadapi "raksasa-raksasa" yang mengancam hidup kita. Berbagai ayat di atas jelas menggambarkan bahwa kunci kemenangan sejati bukanlah berada di muka bumi ini melainkan ada bersama Tuhan. Tidak peduli se-raksasa apapun permasalahan atau hambatan yang merintangi kita di depan, tidak peduli seberapa menakutkannya, kita bisa mengalami kemenangan melewati batas kemampuan logika manusia jika kita menghadapinya bersama dengan Tuhan. Ayub mengalami situasi yang membuat kita bergidik ngeri, tetapi ia bisa berkata "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal." (Ayub 42:2). Tuhan sanggup melakukan apapun, kegagalan tidak pernah ada dalam kamusNya. Tuhan Yesus sendiri sudah menyatakan bahwa "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." (Markus 10:27).

Dalam kehidupan ini kita akan senantiasa berhadapan dengan "raksasa-raksasa" yang siap menjatuhkan kita. Jika anda memandang kepada tingkat kesulitan dan membandingkannya dengan kemampuan diri anda sendiri, maka anda akan gagal sebelum bertanding. Jika anda mengandalkan segala hal duniawi yang anda miliki atau mengandalkan orang lain, maka anda pun akan kecewa. Oleh sebab itu berjalanlah bersama Tuhan. Hadapi "raksasa-raksasa" yang berdiri di depan anda bersama Tuhan. Itulah yang akan memampukan kita semua untuk keluar sebagai pemenang menghadapi situasi sebesar atau sesulit apapun. Kita perlu menyadari kelemahan dan keterbatasan kita, karena di sanalah kuasa Tuhan justru disempurnakan. (2 Korintus 12:9). Apa raksasa yang mengancam anda saat ini? Apakah itu sangat besar dan rasanya tidak akan mampu anda lewati? Tidak perlu takut, hadapilah dengan Tuhan, maka kemenangan yang mengalahkan logika akan menjadi milik anda. "Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu." (Amsal 16:3).

Di dalam Tuhan ada kemenangan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho